Mulailah dengan menetapkan waktu singkat, misalnya lima menit, untuk menulis apa yang muncul saat ini tanpa mengedit. Tujuannya bukan membuat karya sempurna, melainkan mengamati alur pikiran.
Tuliskan hal-hal yang nyata: suara di sekitar, sensasi tubuh, atau kalimat yang berulang di kepala. Menuliskannya membantu memberi bentuk pada pengalaman yang sering terasa samar.
Jika menulis terasa berat, gunakan format poin atau kalimat satu baris. Kebebasan bentuk membuat latihan ini lebih mudah dipertahankan.
Setelah menulis, baca kembali dengan sikap penasaran, bukan mengkritik. Perhatikan pola atau tema yang muncul, tanpa harus mengubahnya.
Latihan ini bisa dilakukan di pagi hari sebagai perenungan singkat atau di malam hari untuk menutup hari dengan tenang. Konsistensi kecil akan memperkaya kebiasaan hadir.
Akhiri dengan menutup buku perlahan dan menarik napas sejenak, mengenali bahwa menulis telah menjadi jembatan untuk kembali ke saat ini.

